1 Month Left

28 Feb 2014

Hey kawan
Pasti kau dan aku sama, sama-sama punya takut
Takut tuk mencoba dan gagal, tapi
Hey kawan
Pasti kau dan aku sama, sama-sama punya mimpi
Mimpi tuk menjadi berarti karena
Harus kita taklukan, bersama lawan rintangan
Tuk jadikan dunia ini lebih indah

Tak terasa ya. Kita tumbuh terlalu cepat, ya?

Sudah satu hari berlalu ketika tampil bersama di atas panggung, sebuah panggung yang katanya mahal. Dimana sebulan sebelum itu, muka kita sama-sama pucat, gemetaran ketakutan kalah saing dengan kelas sebelah. Apalagi saat itu, suara keras menghampiri telinga kita, memaksakan kita berhenti dan mengulang adegan dari awal. Pulang dengan rasa kecewa, pulang dengan rasa geram bahkan pulang dengan rasa sakit.

Niatnya ingin menyelesaikan masalah, malah berganti menjadi berjuang pulang tanpa terkena marah. Serba salah, satu-persatu timbul perpecahan bahkan tak sedikit ada tangisan.

Jam 1 harus kerja kelompok drama, rencanya harus on time. Manusia memang hanya berani berencana, mulut dan tindakan memang susah sinkron. Alhasil, banyak yang datang molor. Setelah di tempat, kerjaannya hanya numpang makan di rumah sahabat. Hal, yang sangat mudah di tebak. Sekalipun, oleh penjual martabak.

Banyak kesalahan disana-sini, tidak ada yang bisa dikagumi. Bukannya menyelesaikan masalah, malah setiap hari selalu ada hal yang bisa membuat kita terpancing emosi. Sering kali mulut keceplosan mengatakan menyerah. Karena bahagia, tak selalu terencana, seperti halnya dalam hitungan kalkulasi rumus matematika atau ribuan baris kode algoritma. Tapi, dari sebuah masalah timbullah hikmah.

Rupanya kita tidak arogan-arogan amat, kita bisa mengambil hikmahnya. Walau masih ada rasa grogi yang terpendam. Sementara, waktu terus berjalan. Sementara itu juga, kerja keras serta benih-benih persahabatan di pupuk. Dari kata bangsat, menjadi kata sahabat. Yang dahulu penuh dengan ego, sekarang berubah menjadi orang yang sok bijak. Lidah dan bibir sepertinya sudah satu visi menghilangkan kata pesimis, dan diganti oleh kata optimis. Hal tersebut, dilakukan perlahan.

Dan inilah sedikit pembuktian dari kami

1586e56df40e9bfb382e2ba903ca28a8_1

a95ab4157dbe8b8f597c2cf22f3fdcf6_2

Saat di atas panggung, situasinya sudah terbalik.Mereka yang dulu bertahun-tahun menjaga image sebagai seorang pelajar yang rajin, kalem dan tidak alay sekarang mereka bisa saja bersedih karena image mereka hancur setelah melihat mereka mulai alay dan 180 derajat berbeda dengan karakter mereka . Dulu yang anti foto, kini curi-curi kesempatan untuk di foto. Kita seakan telah membeli panggung tersebut, Panggung yang katanya mahal itu seakan milik kita sendiri.

Maaf jika tulisan ini menyita waktu belajar kalian, namun di setiap tulisan tersimpan sebuah maksud.Dan akhirnya, semua itu membuat aku sadar satu hal. Time flies, but memories remain. Jika nantinya memang kita tak bisa bersama lagi, aku ingin kalian mengingat kenangan-kenangan pahit manis kita, melalui tulisan ini.


TAGS SMAN 1 Bangkalan


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post