#KarapanSapi2013 : Dari Madura Sampai Rusia

14 Apr 2013

Hashtag #KarapanSapi2013 minggu-minggu ini sangat memenuhi timeline twitter. Ini dikarenakan Plat-M sedang mempunyai hajatan besar. Bekerja sama dengan Perkasa (Persatuan Karapan Sapi) serta didukungidblognetwork dan idbuzznetwork, Plat- M mengadakan Lomba Karapan Sapi Tanpa Kekerasan. Ini baru pertama kalinya Plat-M mengadakan event budaya Madura, jelas ini harus dipersiapkan dengan maksimal. Jadilah, plat-M gencar mempromosikan Lomba Karapan Sapi lewat sosial media seperti blog, twitter dan facebook.

Acara ini digelar selama dua hari yaitu pada tanggal 30 dan 31 Maret 2013. Dan dibagi dalam dua kategori yaitu kategori kecil dan kategori besar, yang dilihat dari tinggi badan. Masing-masing kategori diikuti 48 pasang sapi kerap.

Hari Minggunya aku baru bisa pergi menonton Karapan Sapi 2013 Tanpa Kekerasan, maklum hari Sabtu masih masuk sekolah. Setiba disana terlihat sepeda motor dan mobil sudah memenuhi tempat parkir Lapangan Sekep Bangkalan. Aku pun segera menaruh sepeda motorku di tempat parkir yang tersedia. Biaya parkir yang seharga Rp 3.000 tidak menjadi beban menurutku sebab tidak ada biaya untuk menonton karapan sapi ini alias Gratis.

Rombongan orang antusias memasuki pintu masuk lapangan Sekep, aku pun begitu. Setelah melewati pintu masuk, tiba-tiba ada suara panggilan. Suara teman-teman Plat-M memanggilku untuk ikut bergabung menonton bersama mereka di atas tribun. Sambil menuju ke arah tribun, aku melongo melihat sekeliling stadion sekep, aku tak habis pikir, bagaimana bisa penonton sebanyak ini padahal lomba ini sedikit baliho dan bermodalkan dari mulut ke mulut serta social media.

Namanya blogger, rasa penasaranku muncul, aku belum pernah melihat Karapan Sapi Tanpa Kekerasan sebelumnya. Kurang sip apabila menonton karapan sapi kalau tidak di depan garis start. Jadi aku putuskan mengajak temanku Dendi untuk melihat-lihat dan mengambil gambar di depan start. Di garis start kami amati apa benar lomba karapan sapi kali ini tanpa kekerasan. Dari alat yang dipakai sampai perlakuan kepada si sapi, semua kami amati. Berikut pantauan kami, cekidot.

Dari pantauan kami tidak ada pemberian balsam pada mata ataupun dubur. Seperti gambar diatas, dubur sapi masih mulus dan yang biasanya darah selalu ditemui saat pertandingan karapan sapi, sekarang tidak ada. Alat pemacu sapinya juga tidak mengunakan beda-benda tajam seperti dulu yang menambahkan paku, sekarang hanya bambu yang dililit ban. Bahkan sebelum pertandingan dimulai, sapi kerap diberi perlakuan khusus seperti pijatan dan diberi jamu kuat.

Sejak dikeluarkannya Instruksi Gubernur Nomor 1/NST/2012 Setiap Perlombaan Karapan Sapi Harus Tanpa Kekerasan. Sesuai dengan Instruksi Gubernur Nomor 1/NST/2012 yang menyatakan tentang pelaksanaan karapan sapi tanpa kekerasan

Yang diperbolehkan Gubernur :
- Penggunaan balsem dan jahe tidak dilarang, asalkan tidak dioleskan pada bagian mata, dubur serta alat vital sapi
- Alat pemacu sapi hanya diperkenankan menggunakan pak-kopak yang terbuat dari bambu.

Yang Dilarang Gubernur :
- Pecut dan alat pemukul lainnya di garis start tidak diperkenankan
- Pemacu sapi tidak boleh menggunakan benda tajam
- Aksesori di bagian tubuh sapi harus sesuai ketentuan gubernur

Walaupun Karapan Sapi Tanpa Kekerasan ini masih baru diberlakukan namun tetap saja disambut ratusan penonton yang rela panas-panasan bahkan datang dari berbagai daerah.

d55f2db8e7037d06810055bb42e6bf62_dsc_1828

Layaknya perlombaan adu cepat lainnya, di pertandingan karapan sapi ini juga ada orang yang mengibarkan bendera pertanda lomba dimulai. Sorak-sorai dan tepukan membahana saat sapi pacu dilepas dari garis start. Sapi-sapi pacu melesat cepat dan hanya membutuhkan beberapa detik untuk sampai di garis finis. Para joki cilik tampak fasih dan lihai mengendalikan tunggangan mereka. Kecepatan laju sapi hampir tak ada bedanya saat sebelum diberlakukannya Karapan Sapi Tanpa Kekerasan dan setelah diberlakukan.

8306ab2c6a1277cb0b9479dece34b1dc_dsc_183101

Sementara kecepatan sapi saling silih berganti, matahari makin meninggi. Tak terasa keringat bercucuran. Untungnya, disini banyak jualan minuman. Aku dan Dendi akhirnya milih es degan untuk pelepas dahaga kami. Saat minum segarnya es degan, mata saya terhenti sesaat, memandang bule-bule yang sibuk dengan kameranya masing-masing. Entah ini efek dari segarnya es degan atau apa, namun tiba-tiba otak saya memberikan ide yang sangat cemerlang.

“Den, wawancarai bule disana, yuk?” Maklum, karena Bahasa Inggrisku pas-pasan jadi aku memanfaatkan sosok teman di sampingku untuk menjadi backup apabila aku kesusahan untuk komunikasi dengan bule itu.
“Ah, malu Al” jawabnya dengan singkat padat dan ngeselin.
“Ayo Den, kalau kita cuma liatin karapan sapi aja sudah sering, kita butuh pengalaman baru” lantasku untuk menyakinkan temenku ini. Belum sempat Dendi menjawab Ya atau Tidak, aku langsung menariknya menghampiri 2 sosok bule itu.

Berbekal keberanian dan sosok Dendy sebagai back up, aku mulai menyapa 2 bule itu
Aku : Excuse Miss, Mr.
Bule : Yeah
Aku : I’m from Blogger Madura, i want to interview you and put this conversation to my blog
Bule : Okay. What kind of your blog? news?
Aku : About culture , specially in Madura. Where do you come from?
Bule : I’m from Russia
Aku : Wow,what are you doing here?
Bule : I want to see bull race and take some good picture.
Aku : Where do you know about this event?
Bule : In my country it’s popular and i know from students here (Surabaya)
Aku : So, are you traveler?
Bule : Yes, I have visited Sumatra, Jawa and now Madura.
Aku : Hmm. Whats the different Rusia and Indonesia?
Bule : The weather, fruit, food, people, etc.
Aku : Okay, how about the weather in Madura? Hot?
Bule : I think it’s good, because I prefer hot than cold
Okay thank you Miss, Sir. Lalu kami pun berfoto :D

c5e94ab97bd29afec0de87385a25c5af_dsc_1854
“Ones destination is never a place, but a new way of seeing things” - Henry Miller

1 hal yang paling aku sesali adalah lupa bertanya nama bule itu, tapi ya sudahlah ini sudah cukup membuat iri teman-teman plat-m. Karapan Sapi 2013 Tanpa Kekerasan akhirnya selesai dilaksanakan, ini merupakan salah satu komitmen plat-m sebagai komunitas blogger madura untuk menduniakan bumi madura kepada dunia. Cita-cita kami seperti kaos dibawah ini

b7c5aaa5e85a4a80b99b56000eddc30b_dsc_0463


TAGS Bangkalan Pamekasan plat-m Karapan Sapi Madura


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post